BOHLAM

Bola lampu, atau lebih dikenal dengan lampu pijar (bohlam)
adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik
melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan foton. Kaca yang
menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi oksigen di udara berhubungan
dengannya, sehingga filamen tidak akan langsung rusak akibat teroksidasi.
Bagian-bagian bola lampu pijar
Bohlam terdiri dari dua buah kawat yang saling berhubungan (Contact wire) dan bagian ujungnya di hubungkan ke sirkuit listrik (Electrical contact). Kawat di hubungkan ke filamen (filament) yang berbentuk gulungan kumparan. Filamen di letakan di tengah dan di topang oleh glass mount dengan bantuan kawat penopang (Support wires). Kawat dan filamen ini di selubungi dengan kaca yang di dalamnya di penuhi dengan gas bertekanan rendah (inert gas) seperti argon, neon, nitrogen.
Cara kerja lampu pijar
Saat bola lampu pijar di hidupkan, arus listrik akan mengalir dari Electrical contact menuju filamen dengan melewati kawat penghubung. Akibatnya akan terjadi pergerakan elektron bebas dari kutub negatif ke kutup positif.
Elektron di sepanjang filamen ini secara konstan akan menabrak atom pada filamen. Energinya akan mengetarkan atom atau arus listrik memanaskan atom.
Ikatan elektron dalam atom-atom yang bergetar ini akan mendorong atom pada tingkatan tertinggi secara berkala. Saat energinya kembali ketingkat normal, elektron akan melepaskan energi ekstra dalam bentuk poton. Atom-atom yang dilepaskan ini dalam bentuk poton-poton sinar infrared yang tidak mungkin dilihat oleh mata manusia. Tetapi bila dipanaskan sampai temperatur 2.200 derajat Celcius, cahaya yang dipancarkan dapat kita lihat seperti halnya bola lampu pijar yang sering kita pakai sehari-hari.
Bagian-bagian bola lampu pijar
Bohlam terdiri dari dua buah kawat yang saling berhubungan (Contact wire) dan bagian ujungnya di hubungkan ke sirkuit listrik (Electrical contact). Kawat di hubungkan ke filamen (filament) yang berbentuk gulungan kumparan. Filamen di letakan di tengah dan di topang oleh glass mount dengan bantuan kawat penopang (Support wires). Kawat dan filamen ini di selubungi dengan kaca yang di dalamnya di penuhi dengan gas bertekanan rendah (inert gas) seperti argon, neon, nitrogen.
Cara kerja lampu pijar
Saat bola lampu pijar di hidupkan, arus listrik akan mengalir dari Electrical contact menuju filamen dengan melewati kawat penghubung. Akibatnya akan terjadi pergerakan elektron bebas dari kutub negatif ke kutup positif.
Elektron di sepanjang filamen ini secara konstan akan menabrak atom pada filamen. Energinya akan mengetarkan atom atau arus listrik memanaskan atom.
Ikatan elektron dalam atom-atom yang bergetar ini akan mendorong atom pada tingkatan tertinggi secara berkala. Saat energinya kembali ketingkat normal, elektron akan melepaskan energi ekstra dalam bentuk poton. Atom-atom yang dilepaskan ini dalam bentuk poton-poton sinar infrared yang tidak mungkin dilihat oleh mata manusia. Tetapi bila dipanaskan sampai temperatur 2.200 derajat Celcius, cahaya yang dipancarkan dapat kita lihat seperti halnya bola lampu pijar yang sering kita pakai sehari-hari.
FLOODLIGHT

Bentuk paling sederhana dalam khasanah lampu panggung adalah
floodlight (Gb.216). Bohlam dan reflektor diletakkan dalam sebuah kotak yang
dapat diarahkan ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan ke bawah untuk mengatur
jatuhnya cahaya. Tidak ada pengaturan khusus lain yang bisa dilakukan seperti
pengaturan bentuk, ukuran sinar, dan fokus. Sifat menyebar dari sinar cahaya
yang dihasilkan membuat besaran area yang disinari tergantung dari jarak lampu
terhadap objek.
SCOOP LIGHT

Secara umum, scoop
dapat menggunakan bohlam pijar dan tungsten-halogen. Lampu ini sangat
efisien untuk menerangi areal tertentu yang terbatas. Karakter cahayanya yang
lembut membuat lampu scoop sangat ideal untuk memadukan warna cahaya. Selain
digunakan untuk panggung teater dan teater boneka, scoop juga digunakan untuk televisi, studio
photografi, dan gedung yang membutuhkan penerangan khusus seperti museum.
FRESNE
LIGHT

Fresnel merupakan lampu spot yang memiliki garis batas sinar
cahaya yang lembut. Lampu ini menggunakan reflektor spherical dan lensa
fresnel. Karena karakter lensa fresnel yang bergerigi pada sisi luarnya maka
bagian tengah lingkaran cahaya yang dihasilkan lebih terang dan meredup ke arah
garis tepi cahaya. Pengaturan ukuran sinar cahaya dilakukan dengan menggerakkan
bohlam dan reflektor mendekati lensa. Semakin dekat bohlam dan reflektor
ke lensa maka lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan semakin besar.
PROFILE
LIGHT
Lampu profile termasuk lampu spot yang menggunakan lensa
plano convex sehingga lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan memiliki garis
tepi yang tegas. Dengan mengatur posisi lensa, maka lingkaran sinar cahaya bisa
disesuaikan. Jika lampu profile dalam keadaan fokus maka batas lingkaran cahaya
akan jelas terlihat dan jika tidak fokus batas lingkaran cahayanya akan
mengabur meskipun tidak selembut lampu fresnel. Lampu profile digunakan karena
besaran lingkaran cahaya dan derajat penyinarannya bisa diatur sedemikian rupa.
Selain bentuk sinar cahaya yang melingkar lampu profile dapat membentuk cahaya
secara fleksibel dengan bantuan shutter.
FOLLOW
SPOT LIGHT

Lampu follow spot sering juga disebut lime adalah lampu yang
dapat dikendalikan secara langsung oleh operator untuk mengikuti gerak laku
aktor di atas panggung.
Karena dikendalikan secara manual maka lampu ini memiliki
struktur yang kuat baik secara optik maupun mekanik. Keseimbangan diatur
sedemikian rupa sehingga gerak ke atas dan ke bawah, ke kanan dan kekiri dapat
mengalir dengan baik. Pengaturan besar kecilnya ukuran lingkaran sinar cahaya,
fokus, dan warna diatur oleh pengendali. Untuk menempatkan lampu ini diperlukan
dudukan (stand) khusus yang dapat diputar dan diatur tinggi rendahnya. Untuk
lampu yang berukuran besar, stand yang digunakan biasanya memiliki roda
sehingga memudahkan dalam memindahkan lampu dari tempat satu ke tampat lain.
Lampu follow spot menggunakan bohlam jenis discharge yang
kuat menahan panas tinggi serta mampu menahan goncangan dan dapat menghasilkan
intensitas cahaya yang tinggi. Penggunaan bohlam discharge tidak memungkinkan
lampu dikontrol secara elektrik karena sifatnya hanya on-off dan tidak bisa
diredupkan dengan dimmer. Garis lingkaran sinar cahaya sangatlah jelas
terlihat. Lampu ini biasanya mengikuti atau menyorot seorang aktor secara
khusus dalam areal yang khusus.